Senin, 08 Februari 2010

Metode Analisa Regresi

Metode Analisis Data
1. Analisis Regresi Berganda
Salah satu teknik peramalan adalah menggunakan metode regresi. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik dengan menggunakan analisis regresi berganda. Persamaan regresi menggunakan variabel independent suatu periode tertentu pada masa lalu untuk meramalkan nilai variabel dependen.
Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu laba yang diprediksikan dipengaruhi oleh variabel-variabel independen yaitu laba itu sendiri, piutang dagang, persediaan, biaya administrasi dan penjualan, serta rasio laba kotor terhadap penjualan. Persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Y=a + a1x1 + a2x2 + a3x3 + a4x4 + a5x5 + e
Keterangan :
Y : Perubahan laba
a : konstanta
ai : koefisien regresi
x1 : Laba
x2 : Piutang dagang
x3 : Persediaan
x4 : Biaya administrasi dan penjualan
x5 : Rasio laba kotor terhadap penjualan
e : error item

2. Asumsi-Asumsi Model Regresi Berganda
Pengujian terhadap asumsi-asumsi model regresi perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum persamaan regresi tersebut digunakan.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui kepastian sebaran data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Salah satu cara agar data dapat berdistribusi normal adalah dengan menggunakan metode trimming yaitu menghilangkan data yang bersifat outlier. Outlier adalah data yang memiliki nilai di luar batas normal.
Setelah data yang bersifat outlier dihilangkan, uji normalitas menggunakan uji Kolmogorof-Smirnov. Dengan uji ini dapat diketahui apakah distribusi nilai-nilai sampel yang teramati berdistribusi normal. Kriteria pengujian dengan dua arah (two-tailed test) yaitu dengan membandingkan probabilitas yang diperoleh dengan taraf signifikansi 0,05. Jika p>0,05 maka data terdistribusi normal.
b. Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas adalah kondisi di mana seluruh faktor gangguan tidak memiliki varian yang sama atau variannya tidak konstan untuk seluruh pengamatan-pengamatan atas x. Heteroscedasticity akan menyebabkan penaksiran koefisien-koefisien regresi menjadi tidak efisien. Pendeteksian ada tidaknya heteroskedastisitas dengan cara membandingkan t hitung dengan t tabel pada hasil regresi.
c. Autokorelasi
Autokorelasi adalah adanya korelasi antar anggota-anggota dari serangkaian pengamatan. Autokorelasi menunjukkan hubungan antara nilai-nilai yang berurutan dari variabel yang sama. Akibat adanya autokorelasi terhadap penaksiran regresi adalah R2 menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya dan pengujian hipotesis dengan menggunakan statistik dan f-statistik akan menyesatkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji Durbin-Watson .
d. Multikolinieritas
Multikolinieritas digunakan untuk menunjukkan adanya hubungan linier di antara variabel-variabel bebas dalam model regresi. Jika variabel-variabel bebas berkorelasi secara sempurna maka metode kuadrat terkecil tidak bisa digunakan. Variabel-variabel yang tidak berkorelasi dikatakan orthogonal yang menunjukkan bahwa tidak ada masalah multikolinieritas. Akibat adanya multikolinieritas adalah koefisien-koefiesien regresi menjadi tidak dapat ditaksir dan nilai standar error setiap koefisien regresi menjadi tak terhingga. Adanya multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance yang lebih kecil dari 0,1 atau Variance Inflation Factor (VIF) yang lebih besar dari 10 atau Eigenvalue yang semakin mendekati 0 atau condition index melebihi 15.

3. Pengujian Hipotesis
a. Pengujian Koefisien Regresi Parsial (Uji t)
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah secara individu variabel independen mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen dengan asumsi variabel independen lainnya konstan. Dalam penelitian ini variabel laba, piutang dagang, persediaan, biaya administrasi dan penjualan, rasio laba kotor terhadap penjualan secara individu diuji pengaruhnya terhadap laba sebagai variabel independen.
b. Pengujian Koefisien Regresi Serentak (Uji F)
Pengujian ini dilakukan untuk menyelidiki apakah variabel independen secara serentak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini laba, piutang dagang, persediaan, biaya administrasi dan penjualan, rasio laba kotor terhadap penjualan diuji pengaruhnya secara serentak terhadap laba sebagai variabel independen.
c. Pengujian Ketepatan Perkiraan (Uji R2)
Metode ini digunakan untuk menilai proporsi total variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen R2 yang digunakan adalah R2 yang telah memperhitungkan jumlah variabel bebas dalam suatu regresi atau disebut R2 yang telah disesuaikan (adjusted R2).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar